01 / Filosofi yang hidup
Dibangun dari kebiasaan turun-temurun
Kemampuan membuat, mengoperasikan, merawat, dan memperbaiki kapal telah tumbuh lintas generasi. Inovasi menghormati pengetahuan tersebut dan menjadikannya bagian dari kemajuan.
Inovasi maritim Indonesia
Kapal Pelat Datar adalah inovasi kapal baja asli Indonesia yang lahir dari riset, rekayasa, dan pemahaman terhadap karakter perairan serta masyarakat pesisir Nusantara.
Dengan konstruksi yang lebih sederhana, efisien, dan mudah dibangun, inovasi ini membawa sebuah visi: menghadirkan kapal karya anak bangsa yang kelak tumbuh menjadi identitas kapal nasional.

KPD / FIELD NOTES
Inovasi maritim Indonesia
Bagi nelayan dan masyarakat pesisir Indonesia, kapal adalah bagian dari kehidupan, budaya, dan pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mereka terbiasa membangun, mengoperasikan, merawat, hingga memperbaiki kapalnya sendiri.
Kapal Pelat Datar dirancang agar pembangunan kapal semakin dekat dengan masyarakat pesisir dan galangan lokal. Teknologi hadir untuk memperkuat kemampuan lokal, bukan menggantikannya.
01 / Filosofi yang hidup
Kemampuan membuat, mengoperasikan, merawat, dan memperbaiki kapal telah tumbuh lintas generasi. Inovasi menghormati pengetahuan tersebut dan menjadikannya bagian dari kemajuan.
02 / Kesederhanaan konstruksi
Konstruksi menyederhanakan produksi kapal baja, mengurangi kompleksitas pengerjaan, membuka peran tenaga kerja lokal, serta memudahkan perawatan dan perbaikan sepanjang usia operasional.
03 / Material berkelanjutan
Baja dapat didaur ulang dan diproduksi di dalam negeri. Penggunaannya mengurangi ketergantungan pada kayu; pola potong membantu mengelola sisa material, sementara baja tetap memiliki nilai saat siklus penggunaan kapal berakhir.

The Inventor’s Journey
Bagi (Alm.) Ir. Hadi Tresno Wibowo, M.T., kapal adalah bagian dari kehidupan dan kemandirian. Kepeduliannya terhadap nelayan melahirkan pertanyaan: bisakah kapal baja dibuat lebih sederhana, dan teknologinya suatu hari dikuasai masyarakat sendiri?
“Kapal ini lebih kuat dari kayu dan fiber. Kalau nelayan nanti sudah mampu membuat kapal dari pelat baja ini, potensinya akan lebih besar lagi.”
Di balik bentuknya


Kesederhanaan konstruksi tidak berarti kompromi terhadap rekayasa. Di balik bentuk Kapal Pelat Datar terdapat pemodelan, simulasi hidrodinamika, analisis struktur, dan evaluasi desain untuk memahami bagaimana kapal berinteraksi dengan air dan bagaimana strukturnya menerima beban.
Konstruksi pelat datar mengurangi kebutuhan bending dan curving, sehingga proses fabrikasi lebih sederhana dan efisien.
Pemodelan digital, CFD, dan FEA membantu memahami aliran, beban, tegangan, serta respons struktur sebelum kapal diwujudkan di galangan.
Hidrodinamika dan kekuatan struktur dievaluasi pada berbagai kondisi agar setiap generasi kapal terus disempurnakan.
Engineering dossier / 2017—2022
Materi proyek menunjukkan sebuah pola penting: ide kapal pelat datar dibaca melalui gambar, perhitungan, simulasi, pengujian, dan review klasifikasi—bukan melalui satu klaim besar.
Linesplan dan general arrangement menjelaskan bentuk, ruang, muatan, serta misi kapal.
Studi stability, resistance–power, dan CFD membantu membaca perilaku kapal sebelum operasi.
FEA memeriksa respons struktur; uji towing tank membandingkan tahanan pada kondisi yang ditentukan.
Dokumen desain yang ditandai approved atau seen oleh BKI memberi jejak pemeriksaan klasifikasi pada konfigurasi tertentu.
Catatan editorial: setiap angka harus dibaca bersama tipe kapal, revisi gambar, kondisi muatan, dan status dokumennya.
Laporan LHI mencatat pengujian resistance pada dua kondisi sarat, dengan pengukuran model dan ekstrapolasi ke kapal penuh. Detail angka operasional tidak diringkas di sini agar hasil model tidak tercampur dengan performa kapal penuh tanpa konteks.
PENGUJIAN RESISTANCE KAPAL IKAN PELAT DATAR · LHI, 2019Rangkaian G1–G5 menghubungkan linesplan, general arrangement, preliminary stability, resistance–power, dan CFD untuk kapal gillnet–longline 30 GT.
G1—G5 · DRAWING & CALCULATION PACKAGE, 2022Dokumentasi lapangan
Dari pesisir Jawa hingga Indonesia timur, setiap dokumentasi mencatat kapal, tempat, dan kebutuhan yang berbeda. Jelajahi foto dari arsip pengujian dan pengembangan KPD.
Speed boat saat uji berlayar.
Kapal nelayan di Balongan.
Kapal nelayan di Pulau Untung Jawa.
Kapal penumpang dalam dokumentasi sea trial 2019.
Kapal ikan 20 GT dalam dokumentasi pengujian.
Kapal ikan baja dalam dokumentasi lapangan.
Produk unggulan / kapal ikan
Empat kelas desain kapal ikan dengan teknologi pelat datar. Kenali ukuran, kapasitas, serta kebutuhan mesin untuk memulai pembicaraan yang sesuai dengan operasi Anda.

Kompak untuk pesisir
Desain kapal ikan dengan ruang kerja terbuka dan kebutuhan mesin yang ringkas.
Katalog 5 GT, halaman 5.

Ruang kerja yang berkembang
Kapal ikan dengan kapasitas bahan bakar dan fasilitas awak untuk perjalanan yang lebih panjang.
Katalog 10 GT, halaman 3.

Skala operasi yang lebih luas
Produk unggulan kapal ikan baja dengan ruang penyimpanan dan kapasitas awak yang lebih besar.
Katalog 20 GT, halaman 3.

Untuk kebutuhan armada
Kelas katalog 30 GT dengan palka ikan dan fasilitas air blast freezer untuk penanganan hasil tangkapan.
Katalog 30 GT, halaman 5. Air blast freezer: 8 m³.
Spesifikasi dan visual mengacu pada katalog Juragan Kapal. Kelas katalog 30 GT mencantumkan tonase 29 GT pada lembar spesifikasinya. Spesifikasi akhir disesuaikan dengan desain dan kebutuhan operasi yang disepakati.
Engineering process KPD
Lima tahap menghubungkan kebutuhan pengguna dengan kapal yang dibangun: desain dasar, pemodelan, pengujian model, gambar kerja, dan produksi.
01 / DESAINMisi, dimensi, bentuk lambung, dan tata ruang menjadi dasar keputusan desain.
02 / SIMULASICFD dan analisis struktur membantu mengevaluasi aliran, beban, dan respons kapal.
03 / PENGUJIANPengujian towing tank membaca tahanan model pada kondisi pengujian yang ditentukan.
04 / GAMBAR KERJADesain diterjemahkan menjadi detail struktur, pola potong, dan panduan perakitan.
05 / PRODUKSIPelat dipotong, rangka dirakit, kulit dipasang, lalu sambungan dan hasil kerja diperiksa.
Visual dari paket desain KPD, katalog, dan dokumentasi produksi. Pengujian dan analisis mengikuti lingkup masing-masing desain.
Baca penjelasan risetnyaProses produksi / dari pelat menjadi kapal
Urutan fabrikasi dibuat terbaca, dari pemotongan material hingga perakitan, pengelasan, dan pengujian kapal.
01Pola potong dari gambar kerja diterapkan pada pelat baja.
02Dudukan perakitan menjaga posisi komponen saat lambung dibangun.
03Rangka dan sekat membentuk struktur utama kapal.
04Pelat datar dipasang mengikuti geometri dan urutan perakitan.
05Sambungan dilas dan diperiksa sebelum tahap outfitting.
06Sistem kapal dipasang, dilanjutkan pemeriksaan dan pengujian.
Catatan perjalanan
Perjalanan Kapal Pelat Datar tidak berhenti di sebuah gambar kapal. Ia tumbuh melalui riset, prototipe, percakapan dengan nelayan, pengujian, dan keberanian untuk menguji kemungkinan.
Buka percakapanMengapa baja?
Acuan perbandingan dalam materi pengembangan KPD
Kisaran dan frekuensi merupakan acuan materi KPD, bukan jaminan usia atau jadwal servis. Kondisi operasi, mutu konstruksi, dan perawatan menentukan hasil aktual.
Dapat dilebur dan didaur ulang. Sisa pelat serta baja akhir masa pakai tetap memiliki nilai material.
Pasokan baja tersedia dari industri dalam negeri.Komposit serat dan resin membutuhkan proses khusus untuk pemulihan atau daur ulang material.
Ketersediaan bahan dan jalur pengolahan perlu diperiksa.Dapat digunakan kembali sesuai kondisi. Keberlanjutan bergantung pada sumber kayu dan pengelolaan hutan.
Jenis, mutu, dan ketersediaan kayu menentukan pilihan.Setiap material memiliki dampak lingkungan pada produksi, penggunaan, dan akhir masa pakai. Daur ulang baja membantu mempertahankan nilai material.
Referensi daur ulang baja · World Steel Association ↗Mari mulai percakapan
Ceritakan kebutuhan operasi, model kapal, dan rencana pengadaan Anda. Percakapan yang tepat membantu menghubungkan desain, produksi, dan kemampuan galangan lokal.