Founder / Adi Lingson

Ilmu membuka jalan.Keberanian membuatnya bergerak.

Sebuah inovasi membutuhkan lebih dari gagasan yang baik. Ia membutuhkan orang-orang yang membawanya keluar dari kampus, mempertemukannya dengan galangan, lalu menjaganya tetap tumbuh bersama kebutuhan masyarakat.

ADI LINGSON
FOUNDER KAPAL PELAT DATAR / CO-FOUNDER JURAGAN KAPAL

Kenali perannya
Potret Adi Lingson, founder Kapal Pelat Datar
ADI LINGSONMENERUSKAN GAGASAN, MENUMBUHKAN INOVASI

Dari murid, menjadi penggerak

Gagasan tidak berhenti
di ruang gambar.

Perjalanan Adi bersentuhan dengan pertanyaan yang tumbuh di lingkungan Teknik Perkapalan UI: bagaimana rekayasa dapat menjawab kebutuhan nyata masyarakat pesisir? Bersama rekan-rekannya, ia mulai merumuskan gagasan Juragan Kapal semasa kuliah pada 2011, sebagaimana dicatat dalam profil alumni Prasetiya Mulya.

Pak Hadi menjadi guru dan inventor yang mengembangkan landasan teknis kapal pelat datar. Adi mengambil peran yang berbeda dan saling melengkapi: menghubungkan pengetahuan tersebut dengan organisasi, pengguna, produksi, dan kesempatan untuk terus dikembangkan.

Di sini, kewirausahaan bukan sekadar menjual kapal. Ia adalah pekerjaan menerjemahkan: membuat gagasan teknis dapat dipahami, membuat rencana dapat dikerjakan, serta mempertemukan kemampuan galangan dengan kebutuhan orang-orang yang akan menggunakan kapalnya.

Membawa inovasi ke industri

Jalan dari riset ke kapal
dibangun bersama.

Prototipe, pengujian, dan kerja sama dengan pengguna memberi ruang bagi inovasi untuk belajar. Triwitono pada 2014 memperlihatkan pertemuan riset dengan pendidikan. Dalam kronologi pengembangan KPD, 2015 menandai langkah menuju industri bersama PT Juragan Kapal Indonesia dan para murid Pak Hadi.

Jalan tersebut menuntut perhatian pada hal-hal yang sering tidak terlihat dalam foto sebuah kapal: gambar yang siap digunakan, kesiapan produksi, pilihan komponen, perhitungan biaya, dan komunikasi dengan pengguna. Setiap kebutuhan operasi membawa pertanyaan yang berbeda; tidak ada satu konfigurasi yang otomatis tepat untuk semua perairan.

Pesanan kapal penumpang Bintuni pada 2019 menjadi salah satu jejak ketika pekerjaan ini bertemu kebutuhan pasar. Gagasan yang dulu dibahas di kampus memperoleh kesempatan untuk melayani orang-orang yang bergantung pada transportasi air.

Visi yang dilanjutkan

Bukan menggantikan kemampuan lokal.
Melainkan memperkuatnya.

Visi yang dibawa Adi untuk Kapal Pelat Datar menempatkan masyarakat pesisir dan galangan lokal sebagai bagian dari perkembangan teknologi. Konstruksi yang lebih sederhana dapat membuka kesempatan untuk membangun, merawat, dan memperbaiki kapal dengan kemampuan yang terus ditumbuhkan di dalam negeri.

Penggunaan baja menghubungkan inovasi dengan industri material Indonesia serta peluang daur ulang di akhir masa pakai. Sementara itu, rekayasa, pengujian, dan pembelajaran dari pengguna menjaga agar kesederhanaan konstruksi tidak menjadi alasan untuk melewatkan tanggung jawab teknis.

Tujuannya adalah sebuah perjalanan jangka panjang: menghadirkan kapal karya anak bangsa yang kelak tumbuh menjadi identitas kapal nasional. Sebuah cita-cita yang menghubungkan warisan sang guru dengan langkah generasi berikutnya.

Guru dan murid / peran yang saling melengkapi

Pak Hadi merintis gagasannya.
Adi dan tim meneruskan perjalanannya.

Penghormatan kepada inventor berjalan bersama tanggung jawab untuk melanjutkan pengembangan. Kenali kisah Pak Hadi, atau mulai percakapan tentang kebutuhan kapal dan peluang kerja sama Anda.

The Inventor’s Journey Diskusikan proyek

Catatan editorial

Peran yang jelas.
Kisah yang dapat ditelusuri.

Narasi ini ditulis dalam sudut pandang editorial, bukan sebagai autobiografi atau kutipan pribadi Adi. Peran founder, visi, dan kronologi pengembangan diselaraskan dengan masukan langsung beliau; rekam awal kewirausahaan dilengkapi sumber publik.